Tata Tertib

Tata Tertib Sekolah

 
KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 18 SEMARANG
NOMOR : 420/404.a/2014
TENTANG
TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMP NEGERI 18
SEMARANG
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
 
Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :
  1. Tata tertib peserta didik SMP Negeri 18 Semarang adalah seperangkat aturan guna menertibkan perilaku peserta didik SMP Negeri 18 Semarang selama mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) agar hasilnya tercapai maksimal.
  2. Peserta didik adalah semua peserta didik SMP Negeri 18 Semarang yang dalam surat keputusan ini merupakan bagian dari sekolah yang berkewajiban menjalani tata tertib.
  3. Kepala Sekolah, Guru dan Staf Tata Usaha adalah bagian dari sekolah yang dalam surat keputusan ini berkewajiban menegakkan tata tertib dengan tugas mengidentifikasi kepada peserta didik yang melakukan pelanggaran.
  4. Kepala Sekolah dan Guru adalah bagian dari sekolah yang dalam surat keputusan ini berkewajiban menjalankan tata tertib, dengan tugas memproses, menjatuhkan sanksi kepada peserta didik pelaku pelanggaran.
  5. Jam-jam kegiatan sekolah adalah waktu kegiatan belajar mengajar di sekolah, waktu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan waktu perjalan berangkat / pulang sekolah berpakaian seragam sekolah
BAB II
KEAMANAN
Pasal 2
  1. Peserta didik dilarang mengambil / mencuri barang atau uang milik teman, warga sekolah atau barang milik semolah.
  2. Peserta didik dilarang merusak barang-barang milik teman, warga sekolah atau barang milik sekolah.
  3. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik me n dapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta mengembalikan barang atau uang yang diambil.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
  4. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 2 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta mengganti barang yang dirusak.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
Pasal 3
  1. Peserta didik dilarang meminta dengan paksa atau menipu teman untuk mendapatkan sejumlah uang / barang.
  2. Peserta didik dilarang menghasut teman / provokator sehingga menyebabkan terjadinya keributan / kerusuhan / perkelahian di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
  3. Peserta didik dilarang berkelahi dengan alasan apapun di dalam maupun di luar lingkungan sekolah pada jam jam kegiatan sekolah serta dengan masih berseragam sekolah.
  4. Peserta didik dilarang menganiaya teman / melakukan tindakan kekerasan dengan alasan apapun yang menyebabkan luka ringan pada korban.
  5. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 dan 2 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapatkan pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta mengembalikan barang yang diminta.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembindaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta mengembalikan uang / barang yang diminta.
    3. Pada perlanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
  6. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 3 dan 4 adalah :
    1. Pada pelanggarana pertama, peserta didik mendapat pembindaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
Pasal 4
  1. Peserta didik dilarang membawa rokok atau merokok, membawa alat judi atau berjudi, membawa petasan atau menyalakan petasan.
  2. Peserta didik dilarang melakukan perbuatan yang melanggar etika, berpacaran, berciuman, berpelukan dengan teman yang berbeda jenis kelamin di lingkungan sekolah.
  3. Peserta didik dilarang membawa barang yang mengandung unsur pornografi, melakukan perbuatan asusila, melakukan pelecehan sexual terhadap teman.
  4. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 dan 2 adalah :
    1. Pada pelanggarana pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis serta barang yang dibawa disita oleh sekolah.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembindaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis serta barang yang dibawa disita oleh sekolah.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 3 adalah :
  5. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 3 adalah :
    1. Pada pelanggarana pertama, peserta didik mendapat pembindaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
Pasal 5
  1. Peserta didik yang bersepeda ke sekolah, wajib menempatkan sepeda di tempat yang telah disediakan dalam keadaan terkunci.
  2. Peserta didik dilarang mengendarai sepeda di dalam lingkungan / halaman sekolah.
  3. Peserta didik dilarang membawa sepeda motor ke sekolah dan mengendarai sepeda motor di dalam lingkungan / halaman sekolah pada jam-jam kegiatan sekolah.
  4. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 2 dan 3 adalah :
    1. Pada pelanggarana pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, sepeda / sepeda motor disita oleh sekolah dan akan dikembalikan pada saat peserta didik dan orang tua mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
BAB III
KEBERSIHAN
Pasal 6
Untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan kelas peserta didik diwajibkan :
  1. Membersihkan ruang kelas dan lingkungan kelas masing-masing sesuai jadwal piket kebersihan kelas
  2. Membuang sampah di tempat-tempat pembuangan sampah yang telah disediakan.
  3. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 dan 2 adalah :
    1. Pada pelanggarana pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran  kedua,  peserta  didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
Pasal 7
Untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, selama jam kegiatan di lingkungan sekolah peserta didik dilarang :
  1. Melakukan aksi corat-coret, menggores dengan benda tajam, menempel stiker terhadap barang-barang / dinding / fasilitas yang berada di lingkungan sekolah.
  2. Meludah, membuang dahak dan ingus dengan sengaja di dalam kelas.
  3. Membawa bahan pencemar, Tip Ex cair, lem karet, tinta cair yang tidak terkait dengan pembelajaran.
  4. Keluar dari lingkungan sekolah tanpa ijin.
  5. Jajan / membeli makanan di luar lingkungan sekolah.
  6. Sangsi bangi peserta didik yang melanggar ayat 1, 2, 3,4 dan 5 adalah :
    1. Pada pelanggarana pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran  kedua,  peserta  didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
BAB IV
KETERTIBAN
Pasal 8
  1. Sekolah dimulai pukul 07.00 WIB setiap hari, kecuali pada saat upacara, masuk pukul 06.45 WIB
  2. Peserta didik datang 10 ( sepuluh ) menit sebelum pelajaran dimulai.
  3. Bila ada kegiatan khusus, peserta didik akan menerima pemberitahuan dari sekolah.
Pasal 9
  1. Peserta didik yang datang terlambat diijinkan masuk ke kelas setelah mendapat surat keterangan izin masuk dan dicatat pelanggarannya oleh Guru Piket / Guru BK.
  2. Peserta didik yang datang terlambat utuk ketiga kalinya akan mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
  3. Peserta didik yang datang terlambat sampai lebih dari tiga kali, peserta didik dan orang tua akan mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan terulis.
Pasal 10
  1. Peserta didik yang berhalangan hadir harus memberikan surat keterangan ( izin ) dari Orang Tua atau Wali.
  2. Surat izin sakit lebih dari 3 ( tiga ) hari harus dilampiri surat keterangan dokter.
  3. Peserta didik yang tidak masuk tanpa surat keterangan untuk ketiga kalinya, peserta didik dan orang tua akan mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan terulis.
  4. Peserta didik yang tidak masuk tanpa surat keterangan untuk ketiga kalinya akan mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
  5. Peserta didik yang tidak masuk tanpa surat keterangan sampai lebih dari tiga kali, peserta didik dan orang tua akan mendapat pembindaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
Pasal 11
  1. Sebelum pelajaran dimulai pengurus kelas wajib mengisi lembar jurnal pelajaran, buku dan papan presensi peserta didik.
  2. peserta didik berdoa bersama-sama dipimpin ketua kelas sebelum pelajaran jam pertama dimulai dan sesudah pelajaran jam terakhir berakhir.
  3. Apabila 5 ( lima ) menit setelah bel berbunyi guru belum datang, pengurus kelas wajib mencari keterangan pada guru piket
Pasal 12
  1. Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung peserta didik :
    1. Wajib mengikuti pelajaran secara tertib dalam sikap dan perilaku.
    2. Dilarang meninggalkan buku-buku pelajaran di sekolah.
    3. Dilarang membawa Handphone ( HP ), Tablet mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    4. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
    5. Sanksi bagi peserta didik yang melanggar butir 1c a( Tab ), dan Laptop.
  2. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1b adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembindaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis. Handphone ( HP ), Tablet ( Tab ), atau Laptop disimpan pihak sekolah dan akan dikembalikan kepada orang tua/wali peserta  didik  setelah  disimpan  oleh sekolah selama 6 ( enam ) bulan sejak terjadinya pelanggaran pertama. Sekolah tidak bertanggungjawab terhadap kerusakan barang tersebut selama penyimpnan.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan/didampingi oleh orang tua/wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis. Handphone (HP), Tablet (Tab), atau Laptop disimpan pihak sekolah dan akan dikembalikan kepada orang tua/wali peserta didik setelah disimpan oleh sekolah selama 1 (Satu) tahun sejak terjadinya pelanggaran kedua. Sekolah tidak bertanggungjawab terhadap kerusakan barang tersebut selama penyimpanan.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
  3. Sanksi bagi peserta didik kelas IX setelah Ujian Nasional yang melanggar butir 1c adalah :
    1. Peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah, Handpone ( HP ) , Tablet ( Tab ), atau Laptop disimpan pihak sekolah dan akan dikembalikan kepada orang tua / wali peserta didik bersamaan dengan penerimaan Ijazah. Sekolah tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan barang tersebut selama penyimpanan.
Pasal 13
Selama istirahat peserta didik berada di luar kelas dan tetap di dalam lingkungan sekolah.
Pasal 14
Peserta didik yang karena sesuatu hal harus meninggalkan sekolah sebelum jam pelajaran berakhir harus mendapatkan izin tertulis dari guru piket dan sepengetahuan guru kelas.
Pasal 15
  1. Peserta didik dilarang berbicara kotor, memaki atau berlaku tidak sopan kepada seluruh warga sekolah.
  2. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar ayat 1 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran  kedua,  peserta  didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali.
    3. Pada pelangaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
Pasal 16
  1. Pakaian seragam OSIS terdiri dari baju putih dengan atributnya, celana biru tua atau rok biru, sepatu hitam polos, tali sepatu hitam, kaos kaki putih 10 cm dari atas sepatu dan ikat pinggang hitam berlogo sekolah.
  1. Pakaian seragam pramuka terdiri dari baju coklat muda dengan kelengkapannya, celana atau rok coklat, sepatu hitam polos, tali sepatu hitam, kaos kaki hitam 10 cm di atas sepatu dan ikat pinggang hitam berlogo sekolah.
  2. Pakaian seragam batik terdiri dari baju batik SMP 39 Semarang dan atributnya, celana biru atau rok biru, sepatu hitam polos, tali sepatu hitam, kaos kaki putih 10 cm di atas sepatu dan ikat pinggang hitam berlogo sekolah.
  3. Pakaian seragam upacara terdiri dari pakaian seragam OSIS dilengkapi topi OSIS.
  4. Pakaian seragam olah raga terdiri dari kaos olah raga dan celana olah raga yang ditetapkan sekolah.
  5. Bagi peserta didik yang mengenakan Jilbab warna kerudung menyesuaikan seragam sekolah sebagai berikut :
    1. Pakaian seragam OSIS, warna kerudung PUTIH.
    2. Pakaian seragam  BATIK,  warna  kerudung PUTIH.
    3. Pakaian seragam Pramuka, warna kedurungan COKLAT TUA.
    4. Pakaian seragam  Batik  Identitas,  warna kerudung PUTIH
    5. Pakaian seragam Olah Raga, warna kerudung PUTIH.
  6. Bagi peserta didik yang mengenakan Jilbab, harus tetap dipakai selama berada di sekolah.
Pasal 17
  1. Selama jam belajar peserta didik wajib mengenakan pakaian seragam yang ditetapkan oleh sekolah.
  2. Pengenaan pakaian seragam sekolah diatur sebagi berikut :
    1. Pakaian seragam OSIS dikenakan pada hari Senin sampai dengan Rabu.
    2. Pakaian seragam Batik Semarang dikenakan pada hari Kamis.
    3. Pakaian seragam Pramuka dikenakan pada hari Jum’at.
    4. Pakaian seragam Batik Identitas sekolah dikenakan pada hari Sabtu.
    5. Pakaian seragam Upacara dikeanakan pada saat upacara.
    6. Pakaian olah raga dikenakan pada saat olah raga dan pada saat SKJ.
    7. Bila sekolah mengadakan upacara / kegiatan yang mengharuskan peserta didik mengenakan pakaian di luar ketentuan di atas ( pasal 16 ) peserta didik akan menerima pemberitahuan dari sekolah
Pasal 18
Pada saat kegiatan ekstra kurikuler, peserta didik mengenakan pakaian sesuai dengan pakaian yang ditetapkan oleh guru Pembina ekstra kurikuler yang bersangkutan.
Pasal 19
  1. Peserta didik dilarang membuat coretan maupun tulisan pada pakaian seragam
  2. Peserta didik dilarang memakai seragam, atribut lain selain atribut SMP Negeri 39 Semarang.
  3. Peserta didik dilarang memakai pakaian seragam dengan ukuran yang terlalu ketat.
  4. Pemasangan atribut harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh sekolah.
  5. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1 dan 3 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran  kedua,  peserta  didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tua / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta dikembalikan kepada orang tua.
BAB V
KEINDAHAN
Pasal 20
  1. Peserta didik putra dilarang menggunakan perhiasan berupa : anting, gelang tangan atau kaki dan kalung serta tidak bertato maupun bertindik, sedangkan peserta didik putri dilarang menggunakan perhiasan dan kosmetik secara berlebihan.
  2. Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1 adalah :
    1. Pada pelanggaraan pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik dan orang tua mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
Pasal 21
  1. Rambut peserta didik diatur rapi dan tidak boleh diwarnai, untuk peserta didik putra tidak boleh gundul dan tidak boleh gondrong (rambut tidak boleh menyentuh krah baju). Sangsi bagi peserta didik yang melanggar butir 1 adalah :
    1. Pada pelanggaran pertama, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah dan membuat pernyataan tertulis.
    2. Pada pelanggaran kedua, peserta didik mendapat pembinaan dari sekolah sepengetahuan / didampingi orang tau / wali peserta didik dan membuat pernyataan tertulis.
    3. Pada pelanggaran ketiga, peserta didik dikembalikan kepada orang tua.
Pasal 22
Peserta didik wajib ikut menciptakan, menjaga dan memelihara keindahan dan kerapian ruang kelas dan lingkungan sekolah.
BAB VI
KEKELUARGAAN
Pasal 23
  1. Peserta didik wajib ikut meciptakan, memelihara dan mengembangkan rasa kekeluargaan.
  2. Peserta didik wajib memberikan dukungan moral dan material. Bila ada peserta didik mengalami musiban, pelaksanaannya diatur oleh OSIS.
  3. Peserta didik yang berprestasi mendapatkan penghargaan dari sekolah.
BAB VII
SOPAN SATUN PERGUALAN
Pasal 24
Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah, setiap peserta didik hendaknya.
  1. Mengucapkan salam terhadap teman, kepala sekolah, guru dan pegawai apabila baru bertemu pada waktu pagi / siang hari atau berpisah pada waktu pagi / sore.
  2. Menghormati sesama peserta didik, menghargai perbedaan agama yang dianut dan latar belajang sosial budaya yang dimiliki oleh masing-masing teman baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  3. Menghormati ide, pikiran dan pendapat, hak cipta orang lain, dan hak milik teman dan warga sekolah.
  4. Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah dan menyatakan sesuatu yang benar adalah benar.
  5. Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain
  6. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih kalau memperoleh bantuan atau jasa dari orang lain.
  7. Berani mengakui kesalahan yang terlanjur telah dilakukan dan meminta maaf apabila merasa melanggar hak orang lain atau berbuat salah kepada orang lain.
  8. Menggunakan bahasa (kata) yang sopan dan beradap yang membedakan hubungan dengan orang lebih tua dan teman sejawat, dan tidakmenggunakan kata-kata kotor dan kasar, cacian dan bersifat pornografi.
BAB VIII
UPACARA BENDERA DAN PERINGATAN
HARI-HARI BESAR
Pasal 25
  1. Upacara bendera setiap hari senin Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam yang telah ditentukan sekolah
  1. Peringatan Hari Besar
    1. Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara peringatan hari-hari besar nasional yang diadakan oleh sekolah, seperti Hari Kemerdekaan. Hari Pendidikan Nasional, dll. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    2. Seriap peserta didik wajib mengikuti perayaan / peringatan hari-hari besar keagamaan yang diadakan oleh sekolah, seperti Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Idul Adha, Natal, Paskah, Nyepi, Galungan,Waisak, dll sesuai dengan agama yang dianut.
BAB IX
KEGIATAN KEAGAMAAN
Pasal 26
  1. Setiap peserta didik wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut.
  2. Setiap peserta didik diharuskan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah, sesuai dengan agama yang dianut.
BAB X
PELANGGARAN BERAT
Pasal 27
Peserta didik akan langsung dikembalikan kepada orang tua peserta didik, jika terbukti melakukan kegiatan / perbuatan sebagai berikut :
  1. Hamil
  2. Menikah
  3. Membawa senjata tajam atau benda-benada yang dapat digunakan sebagai senjata
  4. Membawa / mengkonsumsi / mengedarkan obat-obatan terlarang
  5. Membawa / mengkonsumsi minuman keras
  6. Terlibat tawuran
  7. Melakukan penganiayaan yang berakibat luka berat / cacat permanen / meninggal dunia pada korban.
  8. Adanya laporan dari masyarakat / aparat keamanan yang terbukti kuat, peserta didik terlibat dalam tindakan kriminal
BAB XI
LAIN-LAIN
Pasal 28
  1. Peserta didik yang tidak membawa buku tata tertib mendapat pembinaan dari sekolah.
  2. Peserta didik yang menghilangkan buku tata tertib mendapat buku tata tertib pengganti dengan mengganti ongkos cetak.
BAB XII
PENUTUP
Pasal 29
  1. Tata Tertib Peserta Didik ini bisa ditinjau kembali sesuai situasi dan kondisi
  2. Hal-hal yang belum tercantum akan ditetapkan kemudian.
  3. Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Semarang
Pada Tanggal : 29 Juni 2016
Kepala Sekolah,
Aloysius Kristianto, S.Pd., M.Pd.
NIP. 19690516 199412 1 002